Diet Setelah Melahirkan

Diet Setelah Melahirkan. Olahraga setelah melahirkan agar tubuh bagian perut langsing lebih menarik, maka banyak melakukan olahraga dan diet setelah melahirkan

Tips Merapatkan Vagina

Tips Merapatkan Vagina diperlukan oleh para ibu yang baru melahirkan untuk mengembalikan kekuatan otot-otot pinggul yang kendur karena sehabis melahirkan

Apa Jenis Jerawat kamu?

Jenis Jerawat memang buanyak sekali, bahkan pemilik jerawat tidak tahu apa jenis jerawat miliknya. Kita perlu juga mengenal Jenis Jerawat yang mengurangi penampilan.

Daftar Makanan untuk Nyeri Sendi

Nyeri Sendi adalah salah satu penyakit yang disebabkan peradangan atau inflamasi yang terjadi pada sendi yang menghubungkan antar tulang.

Hilangkan Rasa Sakit Melahirkan

Hilangkan Rasa Sakit Melahirkan. Melahirkan normal merupakan proses melahirkan yang diidamkan oleh para ibu hamilan sehingga terhindar dari rasa sakit melahirkan

Tampilkan postingan dengan label perokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perokok. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Wanita Perokok Rentan Kanker Kulit


Artikel Kesehatan - Seorang perokok memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan Sell Carcinoma Squamous (SCC), salah satu jenis masalah kesehatan kanker kulit non-melanoma. Bahkan, risikonya meningkat dua kali lipat pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok sedikitnya 20 tahun.

Demikian hasil studi Pusat Kanker Moffitt di Tampa, Florida, yang dipublikasikan di Cancer Causes and Control Journal.

Dalam studi tersebut, tim peneliti melibatkan 698 partisipan, yang terdiri dari pasien dengan kanker kulit non-melanoma, dan yang tak memiliki gangguan kulit sama sekali.

Mereka meminta seluruh partisipan menjawab pertanyaan seputar riwayat merokok, mulai dari sudah berapa lama merokok, sehari berapa batang, dan apakah pernah merokok.

Hasil analisis menunjukkan, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker kulit jenis SCC dibandingkan pria. Semakin intens frekuensi merokoknya, risikonya semakin meningkat. Risiko terbesar dialami wanita yang memiliki kebiasaan merokok setiap hari selama 20 tahun atau lebih.

SCC memiliki risiko besar menyebar dari satu organ ke organ lain, seperti ke wajah, telingan, dan bibir. Bahkan, jika tak segera mendapat perawatan dapat menghancurkan hidung dan telinga.

Dr Dana Rollison, penulis utama studi, mengatakan, tidak jelas mengapa wanita perokok memiliki risiko kanker kulit lebih besar. Namun hasil studi menunjukkan, wanita memiliki kandungan senyawa penyebab kanker, dan rendahnya tingkat enzim perbaikan DNA dibandingkan laki-laki.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan efek merokok berdasarkan jenis kelamin," ujarnya.

Menopause
Wanita perokok berisiko mengalami menopause dini, setidaknya setahun lebih cepat dibandingkan wanita bukan perokok. Wanita perokok umumnya menopause di rentang usia 43-50 tahun. Sedangkan wanita bukan perokok cenderung menopause di rentang usia 46-51 tahun.

Kesimpulan didapat dari analisis sejumlah studi terdahulu yang melibatkan puluhan ribu wanita termasuk hasil survei terhadap 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, dan Turki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Menopause itu tak berhenti pada ancaman menopause dini. Sebab, menopause dini berkaitan dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan kesehatan seperti osteoporosis dan masalah jantung.

Jennie Kline dari Mailman School of Public Health Universitas Kolombia, New York, mengatakan bahwa merokok kemungkinan besar memengaruhi tubuh wanita dalam mengontrol produksi estrogen. Rokok juga mengandung racun yang dapat merusak sel telur di dalam ovarium. "Ini mungkin yang memengaruhi menopause," ujarnya.
-kosmo.vivanews.com-