Diet Setelah Melahirkan

Diet Setelah Melahirkan. Olahraga setelah melahirkan agar tubuh bagian perut langsing lebih menarik, maka banyak melakukan olahraga dan diet setelah melahirkan

Tips Merapatkan Vagina

Tips Merapatkan Vagina diperlukan oleh para ibu yang baru melahirkan untuk mengembalikan kekuatan otot-otot pinggul yang kendur karena sehabis melahirkan

Apa Jenis Jerawat kamu?

Jenis Jerawat memang buanyak sekali, bahkan pemilik jerawat tidak tahu apa jenis jerawat miliknya. Kita perlu juga mengenal Jenis Jerawat yang mengurangi penampilan.

Daftar Makanan untuk Nyeri Sendi

Nyeri Sendi adalah salah satu penyakit yang disebabkan peradangan atau inflamasi yang terjadi pada sendi yang menghubungkan antar tulang.

Hilangkan Rasa Sakit Melahirkan

Hilangkan Rasa Sakit Melahirkan. Melahirkan normal merupakan proses melahirkan yang diidamkan oleh para ibu hamilan sehingga terhindar dari rasa sakit melahirkan

Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara

Tips Kesehatan - Kanker payudara adalah salah satu penyakit kesehatan yang ditakuti wanita. dalam beberapa kasus faktor genetik merupakan faktor penyebab. Tetapi banyak hal lain yang dapat memunculkan penyakit tersebut seperti kesehatan gaya hidup dan faktor makanan yang dikonsumsi.

Berikut ini artikel kesehatan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

1. Tomat
Tomat banyak mengandung likopen yang berkhasiat menurunkan resiko kanker payudara.

2. Alpukat
Alpukat tinggi akan kada asam oleat yang bermanfaat mencegah kanker payudara.

3. kunyit
beberapa penelitian terhadap tikus, kunyit dapat membantu mencegah penyebaran kanker payudara.

4. Blueberry
Menurut studi, fitokimia pada blueberry dapat menghentikan pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara.

5. Teh hijau
Minum teh hijau menurun resiko kanker payudara dan mencegah penyebaran pada wanita yang sudah terkena, hal ini karena zat EGCG yang terkandung dalam teh hijau.

6. Bawang putih
Studi menunjukan bawang putih dapat menghilangkan sel sel kanker payudara. Memasak bawang putih dengan daging dapat mengurangi kadar kasrsinogenik dalam daging yang dapat menyebabkan kanker payudara.

7. Brokoli
brokoli mengandung indol-3-karbonal yang melawan kanker payudara dengan mengubah estrogen yang menyebabkan kanker menjadi zat pelindung mencegah kanker.

8. Kembang kol
Seperti brokoli mengandung indol-3-karbonal

9. Buah Delima ( pome )
Penelitian di Israel menunjukan jus delima dapat menghancurkan sel-sel kanker payudara dan mencegah munculnya sel-sel baru.

10. bayam
Studi membuktikan wanita yang mengkonsumsi bayam dua kali semingu memiliki setengah resiko kanker payudara dibanding yang tidak mengkonsumsi.

11. Jeruk Bali
Studi menunjukan Jeruk bali dapat menghambat sel kanker payudara berkembang biak.

12. Rumput Laut
rumput laut dapat menurunkan kadar estradiol dan memiliki sifat phytoestrogenic. Rumput laut mengandung chlorophylones, asam lemak yang membantu mencegah kanker payudara.

Itulah beberapa daftar makanan yang dapat membantu mencegah kanker payudara. Gaya hidup sehat serta didukung makanan yang sehat dapat mencegah kita dari munculnya kanker payudara.-dboen-
source: -tips dan artikel-

Kamis, 15 Desember 2011

kanker Kulit Lebih Mudah Menyerang Pria


Artikel Kesehatan - Tingkat antioksidan kulit yang lebih rendah menjadikan pria lebih rentan terserang kanker kulit dibanding wanita. Hal ini disampaikan peneliti kesehatan dari The Ohio State University Comprehensive Cancer Center di laman timesofindia.com, Kamis (8/12).

Para peneliti kesehatan menemukan tikus jantan memiliki kulit yang tingkat antioksidannya lebih lebih rendah di banding tikus betina. Antioksidan merupakan protein yang biasa disebut juga katalase, yang bisa menghambat kanker kulit dengan cara pembersihan hidrogen peroksida.

Kanker kulit umumnya disebabkan karena sengatan matahari yang bisa membuat kulit rusak. "Temuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki perlindungan antioksidan lebih alami di banding kulit pria," kata pemimpin riset, Gregory Lesinski dan Tatiana Oberyszyn. Tim peneliti melakukan riset dengan menggunakan tikus berbulu yang berkembang karsinoma sel skuamosa kulit.

Paling umum manusia alami kanker kulit di saat terkena paparan sinar matahari. "Sebagai hasilnya, pria mungkin lebih rentan terhadap tekanan zat oksidatif di kulit, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada pria dibandingkan dengan wanita," kata Lesinski.

Para peneliti juga menemukan obat tersebut dengan katalase topikal yang bisa menghambat migrasi sel dalam menekan kulit yang terpapar UVB. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya sel-sel pada laki-laki mungkin disebabkan relatif lebih rendah aktivitas katalase kulitnya. Bahkan, tikus jantan dengan UVB yang diinduksi tumor kulit, memiliki lebih 55 persen dari sel-sel penekan di kulit dibanding dengan rekan perempuan mereka.

"Pria menghadapi risiko yang lebih tinggi dari berbagai jenis kanker, dan tingkat yang relatif lebih tinggi dari sel-sel myeloid inflamasi mungkin berkontribusi terhadap kerentanan ini," tambah Oberyszyn yang mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of Investigative Der.
sumber : -kesehatan.liputan6.com-

Senin, 12 Desember 2011

Wanita Perokok Rentan Kanker Kulit


Artikel Kesehatan - Seorang perokok memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan Sell Carcinoma Squamous (SCC), salah satu jenis masalah kesehatan kanker kulit non-melanoma. Bahkan, risikonya meningkat dua kali lipat pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok sedikitnya 20 tahun.

Demikian hasil studi Pusat Kanker Moffitt di Tampa, Florida, yang dipublikasikan di Cancer Causes and Control Journal.

Dalam studi tersebut, tim peneliti melibatkan 698 partisipan, yang terdiri dari pasien dengan kanker kulit non-melanoma, dan yang tak memiliki gangguan kulit sama sekali.

Mereka meminta seluruh partisipan menjawab pertanyaan seputar riwayat merokok, mulai dari sudah berapa lama merokok, sehari berapa batang, dan apakah pernah merokok.

Hasil analisis menunjukkan, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker kulit jenis SCC dibandingkan pria. Semakin intens frekuensi merokoknya, risikonya semakin meningkat. Risiko terbesar dialami wanita yang memiliki kebiasaan merokok setiap hari selama 20 tahun atau lebih.

SCC memiliki risiko besar menyebar dari satu organ ke organ lain, seperti ke wajah, telingan, dan bibir. Bahkan, jika tak segera mendapat perawatan dapat menghancurkan hidung dan telinga.

Dr Dana Rollison, penulis utama studi, mengatakan, tidak jelas mengapa wanita perokok memiliki risiko kanker kulit lebih besar. Namun hasil studi menunjukkan, wanita memiliki kandungan senyawa penyebab kanker, dan rendahnya tingkat enzim perbaikan DNA dibandingkan laki-laki.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan efek merokok berdasarkan jenis kelamin," ujarnya.

Menopause
Wanita perokok berisiko mengalami menopause dini, setidaknya setahun lebih cepat dibandingkan wanita bukan perokok. Wanita perokok umumnya menopause di rentang usia 43-50 tahun. Sedangkan wanita bukan perokok cenderung menopause di rentang usia 46-51 tahun.

Kesimpulan didapat dari analisis sejumlah studi terdahulu yang melibatkan puluhan ribu wanita termasuk hasil survei terhadap 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, dan Turki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Menopause itu tak berhenti pada ancaman menopause dini. Sebab, menopause dini berkaitan dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan kesehatan seperti osteoporosis dan masalah jantung.

Jennie Kline dari Mailman School of Public Health Universitas Kolombia, New York, mengatakan bahwa merokok kemungkinan besar memengaruhi tubuh wanita dalam mengontrol produksi estrogen. Rokok juga mengandung racun yang dapat merusak sel telur di dalam ovarium. "Ini mungkin yang memengaruhi menopause," ujarnya.
-kosmo.vivanews.com-

Senin, 22 Agustus 2011

Ekstasi Bisa Obati Kanker

Beberapa peneliti di Inggris mengungkapkan mereka sedang menyelidiki apakah obat yang digandrungi pecandu klub malam, ekstasi, dapat efektif dalam menyembuhkan penderita penyakit kanker darah.

Beberapa ilmuwan kesehatan di University of Birmingham di bagian tengah Inggris mengatakan bentuk obat itu yang sudah diubah mendorong kemampuannya untuk menghancurkan sel kanker sampai 100 kali lebih kuat.

Enam tahun lalu, beberapa peneliti mendapati penyakit kanker yang menyerang sel darah putih tampaknya bereaksi pada obat tertentu pada"psikotropika".

Semua itu meliputi obat penurun berat tubuh, anti-depresan jenis Prozac, dan derivatif amphetamine seperti MDMA --yang oleh masyarakat umum dikenal sebagai ekstasi, Jumat (19/8).

Para ilmuwan di Birmingham mengatakan temuan mereka sejak itu dapat mengarah kepada turunan MDMA yang kini digunakan dalam percobaan pada pasien. Turunan tersebut dapat efektif dalam mengobati kanker darah seperti leukemia, limfoma, dan myeloma.

"Ini adalah tahap lanjutan yang menarik ke arah pemanfaatan bentuk MDMA yang diubah guna membantu orang yang menderita akibat kanker darah," kata Profesor John Gordon, dari School of Immunology and Infection di University of Birmingham, sebagaimana dikutip AFP.

"Meskipun kami tak bermaksud memberi orang harapan palsu, hasil penelitian ini memiliki potensi bagi peningkatan pengobatan dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Tim tersebut mendapati bahwa dosis MDMA yang diperlukan untuk mengobati tumor akan terbukti mematikan, sehingga mereka berencana mengisolasi kandungan pembunuh kanker pada obat itu.

Mereka sekarang meneliti cara membuat molekul MDMA mampu menembus dinding sel kanker dengan mudah.

Dokter David Grant, Direktur Sains di yayasan amal Leukaemia and Lymphoma Research --yang mendanai sebagian studi tersebut, mengatakan, "Prospek untuk bisa mengincar kanker darah dengan satu obat yang dibuat dari ekstasi adalah pernyataanyang sangat menggairahkan."

"Banyak jenis limfoma tetap sulit diobati dan obat non-toksik yang efektif dan memiliki dampak sangat diperlukan," tambahnya.

Temuan tersebut disiarkan di jurnal dua-bulanan Investigational New Drugs.

Selasa, 31 Mei 2011

Radiasi Pada Motor Dapat Sebabkan Kanker Prostat

Masyarakat yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-hari, perlu berhati-hati. Pasalnya radiasi frekuensi rendah dan medan elektromagnetik pada jok, dapat membahayakan kesehatan terutama kanker prostat.

Extremely low frequency (ELF) dan electromagnetic field (EMF) radiations, merupakan pemicu gangguan kesehatan dan organ manusia termasuk dapat menyebabkan kanker. Banyak lembaga kesehatan dunia yang menyatakan bahwa radiasi ELF dan EMF, memiliki karakter membinasakan organ hidup.

Inilah yang menjadi alasan, Randall Dale Chipkar, seorang warga negara Kanada menciptakan jok yang dapat membentengi bagian vital dari radiasi ELF dan EMF.
Chipkar mengatakan, jok tersebut didesain menjadi tameng radiasi ELF EMF. Alat kelamin pengguna sepeda motor, merupakan sasaran potensial radiasi elektromagnetik yang dapat menyebabkan kanker prostat. Selain alat kelamin, bagian anus dan organ di dekatnya juga tidak luput dari ancaman kanker.

“Radiasi ELF dan EMF dapat menembus baja bahkan timah. Hanya material khusus yang dapat membentengi kita dari radiasi tersebut,” papar Chipkar.

Chipkar memberikan apresiasi kepada pemerintah Inggris yang telah mematenkan hasil penemuannya dan menjadi langkah awal untuk memproduksinya secara masal. Rencananya jok tersebut akan dipasarkan ke seluruh dunia.
“Saya berterima kasih pada Inggris yang telah mengakui keunggulan produk ini. Jok tersebut menjadi penangkal pengguna sepeda motor agar terhindar dari gangguan kanker,” ungkap Chipkar, seperti dikutip PRNewswire, Rabu (1/1/2008).

Chipkar berharap hasil penemuannya dapat menekan potensi gangguan kesehatan yang dialami pengguna rutin sepeda motor. “Mereka tidak perlu lagi khawatir kanker mengintai,” pungkas Chipkar.

Jumat, 27 Mei 2011

The Breastlight, Pendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Tumor payudara adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh wanita, sehingga banyak wanita yang merasa cemas akan kesehatan payudaranya . Namun sekarang ada sebuah alat untuk mendeteksi tumor payudara yang dapat dilakukan sendiri dirumah. Cukup menyinari payudara dengan lampu senter merah dari sebuah alat pendeteksi tumor seorang wanita bisa tahu apakah ia punya tumor atau tidak dalam payudaranya.

Alat kesehatan pendeteksi payudara itu kini tersedia untuk menjawab ketakutan wanita akan keberadaan tumor dalam payudaranya. Alat yang diberi nama The Breastlight itu dilengkapi dengan cahaya LED yang diperkirakan bisa mendeteksi tumor payudara hingga 96 persen. Peneliti dari Sunderland City Hospital sudah membuktikan keberhasilan alat kesehatan tersebut melalui sebuah percobaan di Ghana.

Deteksi tumor payudara biasa dilakukan dengan teknik Mammograph dengan tingkat keberhasilan mendeteksi kanker antara 60 hingga 85 persen. Namun dengan alat The Breastlight, tingkat keberhaslannya bisa lebih tinggi bahkan alat ini bisa mendeteksi benjolan yang sangat kecil (7 mm) yang biasanya tidak terdeteksi dengan Mammograph.

The Breastlight hadir sebagai alat yang bisa digunakan wanita dimana saja dan kapan saja, terutama bagi mereka yang merasa malu jika harus memeriksakan Kesehatan payudara setiap bulan ke rumah sakit.

Menurut Dr Sarah Burnett, konsultan radiolog dari King Edward VII Hospital, London, cara kerja The Breastlight adalah dengan menyinari jaringan payudara dengan cahaya merah.

"Cahaya merah akan menyinari sel-sel darah merah dan seluruh pembuluh darah sehingga bagian dalam payudara bisa terlihat jelas layaknya jalur peta sebuah jalan atau sebuah jaringan. Ketika ada tumor dalam payudara, sebuah pembuluh darah akan tampak lebih besar dari yang lainnya dan menunjukkan area yang lebih gelap ketika diterangi dengan sinar," kata Dr Burnettseperti dikutip dari Telegraph, Selasa (26/1/2010).

Penggunaan alat The Breastlight sangat mudah. Pertama-tama, pastikan pengguna berada di ruangan gelap. Sambil berdiri, tempatkan alat tepat di bawah bagian payudara dan nyalakan hingga lampu merah menyala dan menerangi seluruh jaringan payudara.

Payudara yang sehat akan terlihat jaringan pembuluh darah yang kecil-kecil dan tipis. Tapi jika seorang wanita punya tumor, akan terlihat spot-spot atau daerah yang gelap di sekitar pembuluh darah payudara. Dengan melihat perkembangan spot-spot tersebut, seseorang bisa tahu apakah tumornya bertambah besar atau tidak.

Meski bermanfaat bagi wanita, namun alat The Breastlight ini memunculkan kekhawatiran beberapa kalangan yang tergabung dalam The Scottish Breast Cancer Campaign. Mereka mendesak agar pihak farmasi tidak menjual alat tersebut karena dikhawatirkan memicu rasa malas wanita untuk memeriksakan dirinya ke dokter.

"Alat itu memang bermanfaat, namun ditakutkan akan banyak wanita yang menyimpulkan sendiri dan salah menginterpretasikan hasil penyinarannya. Tidak ada yang bisa menjamin alat itu benar-benar aman dan akurat. Bahaya juga bisa terjadi jika wanita mengetahui dirinya terkena tumor atau kanker payudara tapi menyembunyikannya dan tidak segera berobat ke dokter," ujar seorang penentang The Breastlight.

Namun berdasarkan hasil survei Sunderland City Hospital, 88 persen wanita merasa lebih percaya diri dengan alat The Breastlight dan 84 persennya mengatakan alat itu mudah digunakan. Jadi tidak ada salahnya mencegah dengan mendeteksi awal dari penyakit tersebut.db
source : tips dan artikel

Rabu, 11 Mei 2011

Dampak Resiko Oral Seks Terhadap Kesehatan

Saat sekarang ini banyak perilaku seks yang terus berubah seperti halnya oral seks yang sering dilakukan saat ini. Oral seks sendiri memiliki dampak dan resiko yang buruk bagi kesehatan tubuh. Dari hasil penelitian oral seks bisa memicu kanker tonsil dan pangkal lidah.

Meningkatnya kasus kanker akibat oral seks ini dipicu oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang bisa ditularkan melalui berbagai jenis aktivitas seksual.

"Semakin banyak yang melakukan oral seks telah terkait dengan peningkatan infeksi HPV," ujar Dr Greg Hartig, kepala bedah THT dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (27/1/2011).

Penelitian yang dilakukan Dr William Lydiatt, profesor dan kepala bedah onkologi di University of Nebraska Medical Center, Omaha menemukan sekitar 60-70 persen kasus kanker tonsil berhubungan dengan positif HPV.

Sementara studi yang dipublikasikan New England Journal of Medicine tahun 2007 menemukan bahwa orang-orang muda yang terkena kanker tonsil dan pangkal lidah dengan hasil tes positif HPV kebanyakan karena melakukan oral seks terhadap pasangannya.

Orang yang melakukan 6 kali atau lebih oral seks dengan pasangannya memiliki risiko 3,4 kali lebih tinggi terkena kanker orofaringeal (kanker pangkal lidah, belakang tenggorokan atau tonsil). Risiko ini akan meningkat jika ia sering bergonta ganti pasangan.

Peneliti juga melaporkan sejak 1973, penderita kanker tonsil dan pangkal lidah meningkat setiap tahunnya. Meluasnya praktik oral seks dikalangan remaja menjadi faktor yang turut berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita kanker tersebut.

Orang yang terkena virus HPV memiliki lokasi yang spesifik tergantung pada bagian tubuh mana yang pertama kali masuk ke dalam tubuh. Jika masuk melalui vagina maka umumnya menyebabkan kanker leher rahim tapi jika di mulut akan menyebabkan kanker di daerah mulut dan tenggorokan.

"Praktik seksual orang-orang telah berubah dari waktu ke waktu. Saya tidak tahu kenapa mereka lebih memilih melakukan oral seks dibandingkan dengan aktivitas seksual lainnya," ungkap Hartig.

Memang nikmat bereksperimen dengan kegiatan seks, tetapi perlu dilihat dampak dan resiko dari perilaku tersebut terhadap kesehatan.db
source : tips dan artikel

Senin, 09 Mei 2011

Penderita Kanker Butuh Olahraga

Penderita kanker biasanya menjalani perawatan kemoterapi dan terapi radiasi. Keletihan sering kali melanda setelah mereka menjalankan perawatan kesehatan tersebut. Namun menurut Josie Gardiner, pelatih fisik khusus penderita kanker dari Amerika Serikat, latihan fisik juga diperlukan bagi para penderita kanker.

Berikut beberapa aneka tips kesehatan olahraga yang menurut Gardiner sangat cocok bagi penderita kanker, seperti yang dikutip dari Fox News.

1. Aerobik
Latihan kardio pasti menjadi salah satu bagian dari berlatih aerobik, yang memungkinkan seseorang membakar kalori sebanyak-banyaknya. Mengurangi kalori juga merupakan salah satu pencegahan penyebaran kanker. Selain itu latihan kardio juga membuat fisik seseorang semakin kuat dan tangguh.

2. Latihan beban
Kemoterapi dan terapi radiasi berakibat pada kerapuhan tulang, terutama bagi wanita. Untuk itu latihan angkat beban ringan menjadi sangat penting. Hal ini dapat membuat tulang dan otot kembali kuat.

3. Latihan keseimbangan
Terapi dan perawatan penderita kanker biasanya memengaruhi masa tubuhnya seperti berkurangnya massa tulang. Oleh karena itu, para penderita kanker perlu melatih keseimbangan tubuhnya dengan rutin, untuk performa kesehatan yang lebih baik.

4. Melenturkan tubuh
Beberapa penderita kanker yang telah menjalani operasi biasanya mengalami nyeri di bagian bekas operasi. Untuk itu mereka tak bisa memilih olahraga yang terlalu berat. Untuk mereka yang berada di dalam kondisi ini, Gardiner menyarankan olah raga yang bisa melatih kelenturan tubuh seperti yoga.
source : tips dan artikel